Senin, 03 November 2014

Bunda, Aku Rindu

Ibu
bisakah engkau mendengar isakanku 
Ibu
aku memanggimu di hadapan Tuhan dengan air mata
bisakah engkau datang menjengukku sekarang
aku sakit bU
aku sakit rindu

waktu Itu kau bilang
kau akan datang
engkau datang
sakitku sembuh

sekarang aku memanggilku dengan tangis rindu
hingga sajadahku berlinang bening karena pilu
datang lah ibu
anakmu merindukanmu










Ceritaku UNtuk Mimpi-mimpi

laksana kumbang yang setia
aku menunggu bunga-bunga itu Mekar
bunga mawar yang tumbuh di tepi karang
yang terus mengokoh walau terpaan badai melintang

aku setia
mengikat jiwa-jiwa sabar dalam benak jenaka
menatap langit yang kian mendung
namun terikpun kunjung tetap membakar tubuhku

oh mimpi-mimpi yang fatamorgana
kini aku masih menatap jelas akan bakal bunga yang akan mekar
akan indah pada waktunya
maka aku setia bersama hembus yang kini semakin ter engah

malam kini kunjung membuka wajah sendu
namun saya yakin bintangpun tak hilang menemani bulan yang berseri
maka akupun setia menunggu
hingga sebelum bulan tutup usia

oh mimpi mimpi ...semu
oh mimpi..
oh aku
mengejarmu dalam angan biru

Skenario CInta

ketikA ku rasa kau jauh-menjauh dariku
maka hati ini kosong
karena hanya kaulah yang selama ini ada dalam hatiku
akupun selalu terbayang tentang lemahnya hatiku untuk menjaga rasa ini
aku takut akan menyakiti
karena semua sekenario ada di tangan tuhan

memang hati ini terlalu lemah untuk bermain hati
apalagi sebuah cinta
sebuah rasa yang penuh misteri
entahlah..
semua terserah Tuhan

Malam rindu

Meringis!
senyum tanpa rasa
bercengkrama bersama sunyi
menatap kenagan biru di pelupuk pagi
bersama hangatnya gurau di tepi sungai
waktu itu..
waktu itu aku masih meneteh di dada sang pahlawan
kini senja pun datang
melebur kisah meninggal rindu
gubuk biru ....
mengukirkan isarat-isarat tentang indahnya mimpi
akupun berlari
terjatu-bangun dan terus berlari
dan aku akan kembali..

Minggu, 19 Oktober 2014

Sekenario tanpa batas

Ketika ku ratapi perjalanan fana
Fikirku bergejolak tanpa ujung
Membolak balik lembar sekenario Tuhan
Tanpa batas ku susuri nyanyian fikir
Akupun berdzikr

Masapun menjawab perlahan tanyaku
Di situ aku menatap wajah Tuhan
Tak mengira..
Naluriku menciut tanpa daya
Menyeru nalarku untuk tangguh
Berpacu semangat tanpa takut
Karena Tuhan bersamaku
Lebih dekat dari urat leherku

Di setiap tanya
Tuhan menjawab
Dialah pemilik segala kuasa
Hingga tak aku taj mampu menjamah sebuah rencana
Tuhanlah pemilik segala cinta
Hingga tak urai aku selalu hasrat memuja


Selasa, 14 Oktober 2014

Cerita Malamku

Derai angin malam menunjuk cerita tentang kebisuan
Menatap langit yang kini meraut kesepian
Mengumbar memori-memori,berkelana pada seluruh arah waktu
Bernyanyi tentang masa lalu
Meramal nasip yang masih terbungkus mitos Kelabu
Namun aku melihat cahaya kecil yang kian akan bergelora
Anganku menunjuk Tuhan yang takan pernah tidur
Maka aku tersenyum
Melawan derita yang takan tak menjelma
KarenaSenjapun lalu
Mentari indah hendak menutup fajar
Ayam jantan belum juga mengabarkan malaikat yang turun membawa kado cinta
Mungkin mereka terlelap
Buktinya air masih bernyanyiHinga jemari tersentak membasuh muram
Tengadah dalam rintih do'a
Bertatap mesra mengalun lagu cita
Bernyanyi keluh bersama derai air mata yang tak kunjung habis 
Sujud sukurku pada Tuhan pemelihara kehidupan
Tak terurai melebur segala daya insani
Engkaulah Maha dari segala Maha
Yang takan pernah terlerai oleh angan-angan makhluk yang penuh dosa

Izinkan aku memelukMu
‪#‎bismillah‬..

Maloboro


Tempel_di rumah Bp KH. Hasan


Merenung di pesantren


karena hanya kau

ketikA ku rasa kau jauh-menjauh dariku
maka hati ini kosong
karena hanya kaulah yang selama ini ada dalam hatiku
akupun selalu terbayang tentang lemahnya hatiku untuk menjaga rasa ini
aku takut akan menyakiti
karena semua sekenario ada di tangan tuhan

memang hati ini terlalu lemah untuk bermain hati
apalagi sebuah cinta
sebuah rasa yang penuh misteri
entahlah..
semua terserah Tuhan