Ibu
bisakah engkau mendengar isakanku
Ibu
aku memanggimu di hadapan Tuhan dengan air mata
bisakah engkau datang menjengukku sekarang
aku sakit bU
aku sakit rindu
waktu Itu kau bilang
kau akan datang
engkau datang
sakitku sembuh
sekarang aku memanggilku dengan tangis rindu
hingga sajadahku berlinang bening karena pilu
datang lah ibu
anakmu merindukanmu
blog ini adalah blog coretan-coretan pena sang perindu surga, sebagai media dakwah dan sastra
Senin, 03 November 2014
Ceritaku UNtuk Mimpi-mimpi
laksana kumbang yang setia
aku menunggu bunga-bunga itu Mekar
bunga mawar yang tumbuh di tepi karang
yang terus mengokoh walau terpaan badai melintang
aku setia
mengikat jiwa-jiwa sabar dalam benak jenaka
menatap langit yang kian mendung
namun terikpun kunjung tetap membakar tubuhku
oh mimpi-mimpi yang fatamorgana
kini aku masih menatap jelas akan bakal bunga yang akan mekar
akan indah pada waktunya
maka aku setia bersama hembus yang kini semakin ter engah
malam kini kunjung membuka wajah sendu
namun saya yakin bintangpun tak hilang menemani bulan yang berseri
maka akupun setia menunggu
hingga sebelum bulan tutup usia
oh mimpi mimpi ...semu
oh mimpi..
oh aku
mengejarmu dalam angan biru
aku menunggu bunga-bunga itu Mekar
bunga mawar yang tumbuh di tepi karang
yang terus mengokoh walau terpaan badai melintang
aku setia
mengikat jiwa-jiwa sabar dalam benak jenaka
menatap langit yang kian mendung
namun terikpun kunjung tetap membakar tubuhku
oh mimpi-mimpi yang fatamorgana
kini aku masih menatap jelas akan bakal bunga yang akan mekar
akan indah pada waktunya
maka aku setia bersama hembus yang kini semakin ter engah
malam kini kunjung membuka wajah sendu
namun saya yakin bintangpun tak hilang menemani bulan yang berseri
maka akupun setia menunggu
hingga sebelum bulan tutup usia
oh mimpi mimpi ...semu
oh mimpi..
oh aku
mengejarmu dalam angan biru
Skenario CInta
ketikA ku rasa kau jauh-menjauh dariku
maka hati ini kosong
karena hanya kaulah yang selama ini ada dalam hatiku
akupun selalu terbayang tentang lemahnya hatiku untuk menjaga rasa ini
aku takut akan menyakiti
karena semua sekenario ada di tangan tuhan
memang hati ini terlalu lemah untuk bermain hati
apalagi sebuah cinta
sebuah rasa yang penuh misteri
entahlah..
semua terserah Tuhan
maka hati ini kosong
karena hanya kaulah yang selama ini ada dalam hatiku
akupun selalu terbayang tentang lemahnya hatiku untuk menjaga rasa ini
aku takut akan menyakiti
karena semua sekenario ada di tangan tuhan
memang hati ini terlalu lemah untuk bermain hati
apalagi sebuah cinta
sebuah rasa yang penuh misteri
entahlah..
semua terserah Tuhan
Malam rindu
Meringis!
senyum tanpa rasa
bercengkrama bersama sunyi
menatap kenagan biru di pelupuk pagi
bersama hangatnya gurau di tepi sungai
waktu itu..
waktu itu aku masih meneteh di dada sang pahlawan
senyum tanpa rasa
bercengkrama bersama sunyi
menatap kenagan biru di pelupuk pagi
bersama hangatnya gurau di tepi sungai
waktu itu..
waktu itu aku masih meneteh di dada sang pahlawan
Minggu, 19 Oktober 2014
Sekenario tanpa batas
Ketika ku ratapi perjalanan fana
Fikirku bergejolak tanpa ujung
Membolak balik lembar sekenario Tuhan
Tanpa batas ku susuri nyanyian fikir
Akupun berdzikr
Masapun menjawab perlahan tanyaku
Di situ aku menatap wajah Tuhan
Tak mengira..
Naluriku menciut tanpa daya
Menyeru nalarku untuk tangguh
Berpacu semangat tanpa takut
Karena Tuhan bersamaku
Lebih dekat dari urat leherku
Di setiap tanya
Tuhan menjawab
Dialah pemilik segala kuasa
Hingga tak aku taj mampu menjamah sebuah rencana
Tuhanlah pemilik segala cinta
Hingga tak urai aku selalu hasrat memuja
Fikirku bergejolak tanpa ujung
Membolak balik lembar sekenario Tuhan
Tanpa batas ku susuri nyanyian fikir
Akupun berdzikr
Masapun menjawab perlahan tanyaku
Di situ aku menatap wajah Tuhan
Tak mengira..
Naluriku menciut tanpa daya
Menyeru nalarku untuk tangguh
Berpacu semangat tanpa takut
Karena Tuhan bersamaku
Lebih dekat dari urat leherku
Di setiap tanya
Tuhan menjawab
Dialah pemilik segala kuasa
Hingga tak aku taj mampu menjamah sebuah rencana
Tuhanlah pemilik segala cinta
Hingga tak urai aku selalu hasrat memuja
Selasa, 14 Oktober 2014
Cerita Malamku
Derai angin malam menunjuk cerita tentang kebisuan
Menatap langit yang kini meraut kesepian
Mengumbar memori-memori,berkelana pada seluruh arah waktu
Bernyanyi tentang masa lalu
Meramal nasip yang masih terbungkus mitos Kelabu
Namun aku melihat cahaya kecil yang kian akan bergelora
Anganku menunjuk Tuhan yang takan pernah tidur
Maka aku tersenyum
Melawan derita yang takan tak menjelma
KarenaSenjapun lalu
Mentari indah hendak menutup fajar
Ayam jantan belum juga mengabarkan malaikat yang turun membawa kado cinta
Mungkin mereka terlelap
Buktinya air masih bernyanyiHinga jemari tersentak membasuh muram
Tengadah dalam rintih do'a
Bertatap mesra mengalun lagu cita
Bernyanyi keluh bersama derai air mata yang tak kunjung habis
Sujud sukurku pada Tuhan pemelihara kehidupan
Tak terurai melebur segala daya insani
Engkaulah Maha dari segala Maha
Yang takan pernah terlerai oleh angan-angan makhluk yang penuh dosa
Izinkan aku memelukMu
#bismillah..
Maloboro
Tempel_di rumah Bp KH. Hasan
Merenung di pesantren
karena hanya kau
ketikA ku rasa kau jauh-menjauh dariku
maka hati ini kosong
karena hanya kaulah yang selama ini ada dalam hatiku
akupun selalu terbayang tentang lemahnya hatiku untuk menjaga rasa ini
aku takut akan menyakiti
karena semua sekenario ada di tangan tuhan
memang hati ini terlalu lemah untuk bermain hati
apalagi sebuah cinta
sebuah rasa yang penuh misteri
entahlah..
semua terserah Tuhan
Langganan:
Postingan (Atom)


