Senin, 03 November 2014

Malam rindu

Meringis!
senyum tanpa rasa
bercengkrama bersama sunyi
menatap kenagan biru di pelupuk pagi
bersama hangatnya gurau di tepi sungai
waktu itu..
waktu itu aku masih meneteh di dada sang pahlawan
kini senja pun datang
melebur kisah meninggal rindu
gubuk biru ....
mengukirkan isarat-isarat tentang indahnya mimpi
akupun berlari
terjatu-bangun dan terus berlari
dan aku akan kembali..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar