Kamis, 06 November 2014

Sujud Syukurku

 Berlalu malam mentari terbit bernyanyi
bulan melambai tangan pada fajar
kisah-kisah fatamorgana telah tersimpan dalam memori kecil sang adam
berjalan-dengan langkah yang sendu aku mengejar mimpi
melukis pelangi yang setiap kali harus meruncingkan pena

helai nafas tertunda menjadi gelombang yang beraura lega
gayuhan ini menunjuk semangat yang tak pernah tumpuk
maka akupun terus berlari
walau badai selalu menerpa langkah kaki

musim kemarapun berlalu
maka pernah terkisah musim seniyang nindah
walau kini mentar membelah tanah-tanah yang tak berdosa
maka akau bersabar dan berlari terus berlari
mengejar angan yang takan pernah abadi jauh dari gegam ini

Sujud sukurku tak terhingga
melebur semua keluh yang membawa hina


Tidak ada komentar:

Posting Komentar