Selasa, 04 November 2014

keruh jiwaku untuk bertahan
keruh melawan hiruk masa yang tak ada hentinya badai
akupun diam dalam keterpurukan
melangkah sedikit demi sedikit melawan badai kehidupan
an

Senin, 03 November 2014

Fikirku Menyanyi

mulutku terbungkam seribu kata
berjalan, berpikir-bertindak 
paling hanya keluh sepi
atau rasa sakit yang tak bisa ku bagi
tangispun menjadi bisu
hanya klimis ranai pipi yang terpandang dari sudut cahaya

sebenarnya aku ingin bernyanyi pada dunia
aku ingin bernyanyi tentang gelisahku
tanya.....
"apa kau masih rela melihatku hidup"
sementara aku sering durhaka..

Sang Pemilik Cinta

masihkah kalian tak tau
Tuhan adalah penjaga pemilik hati-hati yang lemah
pemilik jiwa-jiwa yang galau
Ia-pun penawar segala duka
bertahanlah bersama cinta
renggutlah cintaNya dengan asmara yang tak pernah lepas menjerat
karena ketika kau memandang jiwa yang kau puja
di situlah keagungan tuhan kau nyanyikan
tuhan melekat pada apa yang kasap pengelihatan
ada cintaNya di setiap apa yang kau tatap
cinta akan abadi jika kalian tau_
Tuhanlah khakikat pemilik cinta sejati

ketika hatimu merasakan sakit
di situ ada cinta tuhan yang mengajarimu untuk bersabar
cinta bak pohon mawar
semua ku pandang indah
sekalipun durinya menusuk
itupun adalah cinta
cinta bukan bagaimana kamu berkorban kemudian kau di puji
cinta bukan bagaimana ketika kau terus merasa bahagia bersamanya
karena cntapun merasuk dalam bunga bangkai yang tak sedap baunya
cinta adalah keabadian yang tak pernah lekat termakan masa
tak pernah terhalang oleh gelap
walau mata telah buta

Bunda, Aku Rindu

Ibu
bisakah engkau mendengar isakanku 
Ibu
aku memanggimu di hadapan Tuhan dengan air mata
bisakah engkau datang menjengukku sekarang
aku sakit bU
aku sakit rindu

waktu Itu kau bilang
kau akan datang
engkau datang
sakitku sembuh

sekarang aku memanggilku dengan tangis rindu
hingga sajadahku berlinang bening karena pilu
datang lah ibu
anakmu merindukanmu










Ceritaku UNtuk Mimpi-mimpi

laksana kumbang yang setia
aku menunggu bunga-bunga itu Mekar
bunga mawar yang tumbuh di tepi karang
yang terus mengokoh walau terpaan badai melintang

aku setia
mengikat jiwa-jiwa sabar dalam benak jenaka
menatap langit yang kian mendung
namun terikpun kunjung tetap membakar tubuhku

oh mimpi-mimpi yang fatamorgana
kini aku masih menatap jelas akan bakal bunga yang akan mekar
akan indah pada waktunya
maka aku setia bersama hembus yang kini semakin ter engah

malam kini kunjung membuka wajah sendu
namun saya yakin bintangpun tak hilang menemani bulan yang berseri
maka akupun setia menunggu
hingga sebelum bulan tutup usia

oh mimpi mimpi ...semu
oh mimpi..
oh aku
mengejarmu dalam angan biru

Skenario CInta

ketikA ku rasa kau jauh-menjauh dariku
maka hati ini kosong
karena hanya kaulah yang selama ini ada dalam hatiku
akupun selalu terbayang tentang lemahnya hatiku untuk menjaga rasa ini
aku takut akan menyakiti
karena semua sekenario ada di tangan tuhan

memang hati ini terlalu lemah untuk bermain hati
apalagi sebuah cinta
sebuah rasa yang penuh misteri
entahlah..
semua terserah Tuhan

Malam rindu

Meringis!
senyum tanpa rasa
bercengkrama bersama sunyi
menatap kenagan biru di pelupuk pagi
bersama hangatnya gurau di tepi sungai
waktu itu..
waktu itu aku masih meneteh di dada sang pahlawan
kini senja pun datang
melebur kisah meninggal rindu
gubuk biru ....
mengukirkan isarat-isarat tentang indahnya mimpi
akupun berlari
terjatu-bangun dan terus berlari
dan aku akan kembali..