keruh jiwaku untuk bertahan
keruh melawan hiruk masa yang tak ada hentinya badai
akupun diam dalam keterpurukan
melangkah sedikit demi sedikit melawan badai kehidupan
an
blog ini adalah blog coretan-coretan pena sang perindu surga, sebagai media dakwah dan sastra
Selasa, 04 November 2014
Senin, 03 November 2014
Fikirku Menyanyi
mulutku terbungkam seribu kata
berjalan, berpikir-bertindak
paling hanya keluh sepi
atau rasa sakit yang tak bisa ku bagi
tangispun menjadi bisu
hanya klimis ranai pipi yang terpandang dari sudut cahaya
sebenarnya aku ingin bernyanyi pada dunia
aku ingin bernyanyi tentang gelisahku
tanya.....
"apa kau masih rela melihatku hidup"
sementara aku sering durhaka..
berjalan, berpikir-bertindak
paling hanya keluh sepi
atau rasa sakit yang tak bisa ku bagi
tangispun menjadi bisu
hanya klimis ranai pipi yang terpandang dari sudut cahaya
sebenarnya aku ingin bernyanyi pada dunia
aku ingin bernyanyi tentang gelisahku
tanya.....
"apa kau masih rela melihatku hidup"
sementara aku sering durhaka..
Sang Pemilik Cinta
masihkah kalian tak tau
Tuhan adalah penjaga pemilik hati-hati yang lemah
pemilik jiwa-jiwa yang galau
Ia-pun penawar segala duka
bertahanlah bersama cinta
renggutlah cintaNya dengan asmara yang tak pernah lepas menjerat
karena ketika kau memandang jiwa yang kau puja
di situlah keagungan tuhan kau nyanyikan
tuhan melekat pada apa yang kasap pengelihatan
ada cintaNya di setiap apa yang kau tatap
cinta akan abadi jika kalian tau_
Tuhanlah khakikat pemilik cinta sejati
ketika hatimu merasakan sakit
di situ ada cinta tuhan yang mengajarimu untuk bersabar
cinta bak pohon mawar
semua ku pandang indah
sekalipun durinya menusuk
itupun adalah cinta
cinta bukan bagaimana kamu berkorban kemudian kau di puji
cinta bukan bagaimana ketika kau terus merasa bahagia bersamanya
karena cntapun merasuk dalam bunga bangkai yang tak sedap baunya
cinta adalah keabadian yang tak pernah lekat termakan masa
tak pernah terhalang oleh gelap
walau mata telah buta
Tuhan adalah penjaga pemilik hati-hati yang lemah
pemilik jiwa-jiwa yang galau
Ia-pun penawar segala duka
bertahanlah bersama cinta
renggutlah cintaNya dengan asmara yang tak pernah lepas menjerat
karena ketika kau memandang jiwa yang kau puja
di situlah keagungan tuhan kau nyanyikan
tuhan melekat pada apa yang kasap pengelihatan
ada cintaNya di setiap apa yang kau tatap
cinta akan abadi jika kalian tau_
Tuhanlah khakikat pemilik cinta sejati
ketika hatimu merasakan sakit
di situ ada cinta tuhan yang mengajarimu untuk bersabar
cinta bak pohon mawar
semua ku pandang indah
sekalipun durinya menusuk
itupun adalah cinta
cinta bukan bagaimana kamu berkorban kemudian kau di puji
cinta bukan bagaimana ketika kau terus merasa bahagia bersamanya
karena cntapun merasuk dalam bunga bangkai yang tak sedap baunya
cinta adalah keabadian yang tak pernah lekat termakan masa
tak pernah terhalang oleh gelap
walau mata telah buta
Bunda, Aku Rindu
Ibu
bisakah engkau mendengar isakanku
Ibu
aku memanggimu di hadapan Tuhan dengan air mata
bisakah engkau datang menjengukku sekarang
aku sakit bU
aku sakit rindu
waktu Itu kau bilang
kau akan datang
engkau datang
sakitku sembuh
sekarang aku memanggilku dengan tangis rindu
hingga sajadahku berlinang bening karena pilu
datang lah ibu
anakmu merindukanmu
bisakah engkau mendengar isakanku
Ibu
aku memanggimu di hadapan Tuhan dengan air mata
bisakah engkau datang menjengukku sekarang
aku sakit bU
aku sakit rindu
waktu Itu kau bilang
kau akan datang
engkau datang
sakitku sembuh
sekarang aku memanggilku dengan tangis rindu
hingga sajadahku berlinang bening karena pilu
datang lah ibu
anakmu merindukanmu
Ceritaku UNtuk Mimpi-mimpi
laksana kumbang yang setia
aku menunggu bunga-bunga itu Mekar
bunga mawar yang tumbuh di tepi karang
yang terus mengokoh walau terpaan badai melintang
aku setia
mengikat jiwa-jiwa sabar dalam benak jenaka
menatap langit yang kian mendung
namun terikpun kunjung tetap membakar tubuhku
oh mimpi-mimpi yang fatamorgana
kini aku masih menatap jelas akan bakal bunga yang akan mekar
akan indah pada waktunya
maka aku setia bersama hembus yang kini semakin ter engah
malam kini kunjung membuka wajah sendu
namun saya yakin bintangpun tak hilang menemani bulan yang berseri
maka akupun setia menunggu
hingga sebelum bulan tutup usia
oh mimpi mimpi ...semu
oh mimpi..
oh aku
mengejarmu dalam angan biru
aku menunggu bunga-bunga itu Mekar
bunga mawar yang tumbuh di tepi karang
yang terus mengokoh walau terpaan badai melintang
aku setia
mengikat jiwa-jiwa sabar dalam benak jenaka
menatap langit yang kian mendung
namun terikpun kunjung tetap membakar tubuhku
oh mimpi-mimpi yang fatamorgana
kini aku masih menatap jelas akan bakal bunga yang akan mekar
akan indah pada waktunya
maka aku setia bersama hembus yang kini semakin ter engah
malam kini kunjung membuka wajah sendu
namun saya yakin bintangpun tak hilang menemani bulan yang berseri
maka akupun setia menunggu
hingga sebelum bulan tutup usia
oh mimpi mimpi ...semu
oh mimpi..
oh aku
mengejarmu dalam angan biru
Skenario CInta
ketikA ku rasa kau jauh-menjauh dariku
maka hati ini kosong
karena hanya kaulah yang selama ini ada dalam hatiku
akupun selalu terbayang tentang lemahnya hatiku untuk menjaga rasa ini
aku takut akan menyakiti
karena semua sekenario ada di tangan tuhan
memang hati ini terlalu lemah untuk bermain hati
apalagi sebuah cinta
sebuah rasa yang penuh misteri
entahlah..
semua terserah Tuhan
maka hati ini kosong
karena hanya kaulah yang selama ini ada dalam hatiku
akupun selalu terbayang tentang lemahnya hatiku untuk menjaga rasa ini
aku takut akan menyakiti
karena semua sekenario ada di tangan tuhan
memang hati ini terlalu lemah untuk bermain hati
apalagi sebuah cinta
sebuah rasa yang penuh misteri
entahlah..
semua terserah Tuhan
Malam rindu
Meringis!
senyum tanpa rasa
bercengkrama bersama sunyi
menatap kenagan biru di pelupuk pagi
bersama hangatnya gurau di tepi sungai
waktu itu..
waktu itu aku masih meneteh di dada sang pahlawan
senyum tanpa rasa
bercengkrama bersama sunyi
menatap kenagan biru di pelupuk pagi
bersama hangatnya gurau di tepi sungai
waktu itu..
waktu itu aku masih meneteh di dada sang pahlawan
Langganan:
Postingan (Atom)