Persidenku
Aku tak akan mencelamu
Walau banyak gajah yang akan menendangmu
Banyak orang miskin mencelamu
Kau telah menata negriku
Walu setan sering memujukmu menjadi tikus
negri
Namun kau tak menjadi anjing
Kau tak membunuh kucing yang sedang mencari ketenagan
persiden
Tanpamu aku tak bisa merasakan nyamanya
berjalan
Tak bisa mengambil bintang yang yang mengudang
Tak bisa bercerita tentang materi di bangku yang tenag
Walau aral tak kunjung pergi
Namun kau kokoh berdiri
Aku tak
tau tentang sifat jijik yang di teriakan di tengah jalan
Bersama bara api roda kendaraan
Aku tak peduli
Karena aku percaya
Walau
kau berdiri karena kau telah menyuapnya
Karena aku rakyat bisa
Aku hanya butuh ketentraman dan keadilan
Aku hanya butuh keluargaku makan
Tuhanpun telah memberiku makan
Aku tak peduli
Neraka di sediakan bagi pecundang
Neraka di sediakan bagi pembangkang
Aku tau kamu juga tau
Aku hanya rakyat biasa yang butuh kedamaian
Butuh makan dan butuh keadilan
Walau keadilan mungkin telah kau hapuskan
Kata mereka
Aku minta kau menjadi jiwa kami
Berfikir bagaimana nasib dan perasaan kami
Kami memang hanya bisa berteriak
Karena kau memintaku memilihmu
Karena kaupun telah janji padaku
Kau akan membangun jembatan bambu yang rusak itu
Kau berjanji akan membangun gubuk reot nenekku
Namun jembatan itu sekarang menjadi
jalan-jalan srigala
Rumah itu telah menjadi pabrik makanan tikus
Karena aku rakyat biasa
Aku
mencoba damai dengan sesuapnasi
Aku tenag dengan bangunan sekolah yang cukup untuk belajar
Rumah cukup untuk berteduh
Terima kasih

Tidak ada komentar:
Posting Komentar