Senin, 21 Oktober 2013

Persidenku



Persidenku

Aku tak akan mencelamu
Walau banyak gajah yang akan menendangmu


Banyak orang miskin  mencelamu

Kau telah menata negriku
Walu setan sering memujukmu menjadi tikus negri
Namun kau tak menjadi anjing
Kau tak membunuh kucing yang sedang mencari ketenagan

persiden
Tanpamu aku tak bisa merasakan nyamanya berjalan
Tak bisa mengambil bintang yang yang mengudang
Tak bisa bercerita tentang materi  di bangku yang tenag

Walau aral tak kunjung pergi
Namun kau kokoh berdiri
Aku  tak tau tentang sifat jijik yang di teriakan di tengah jalan
Bersama bara api roda kendaraan

Aku tak peduli
Karena aku percaya
Walau  kau berdiri karena kau telah menyuapnya
Karena aku rakyat bisa
Aku hanya butuh ketentraman dan keadilan
Aku hanya butuh keluargaku makan
Tuhanpun telah memberiku makan
Aku tak peduli
Neraka di sediakan bagi pecundang
Neraka di sediakan bagi pembangkang
Aku tau kamu juga tau

Aku hanya rakyat biasa yang butuh kedamaian
Butuh makan dan butuh keadilan
Walau keadilan mungkin telah kau hapuskan
Kata mereka

Aku minta kau menjadi jiwa kami
Berfikir bagaimana nasib dan perasaan kami
Kami memang hanya bisa berteriak
Karena kau memintaku memilihmu
Karena kaupun telah janji padaku
Kau akan membangun jembatan bambu yang  rusak itu
Kau berjanji akan  membangun gubuk reot nenekku
Namun jembatan itu sekarang menjadi jalan-jalan srigala
Rumah itu telah menjadi pabrik makanan tikus

Karena aku rakyat biasa
Aku  mencoba damai dengan sesuapnasi
Aku tenag dengan  bangunan sekolah yang cukup untuk belajar
Rumah cukup untuk berteduh
Terima kasih


Tidak ada komentar:

Posting Komentar