Rabu, 30 Oktober 2013


Hina dan lemahku di HadapanMu

Rapuhh,,
Berjalan perlahan
Dengan duri yang semakin melukai kaki ku
Tanpa mengerti, betapa pipiku telah tergores air mata
Tuhan
Titahlah langkahku untuk terus bisa berjalan
Berikan isyarat tentang nyawa yang masih terus kau anugrahkan
Aku belum siap menghadap ahadiyah keindahan Mu
Tuhan
Biarkan nadiku terus berdetak tanpa isyarat kesedihan tentang bayang-bayah akan hilangnya harapanku
Aku masih ingin bersamamu dalam dunia fana
Aku masih ingin melukis keindahan dari kalbuku yang terus ingin ku maki
Hanya kuasa dan rahmanmu
Yang mampu membawaku pada dzatMU yang tak pantas ku bertatap muka hari ini
Terlalu tertumpuk dosa
Terlalu kotor untuk kau ambil nyawa
Tuhan
Izinkan aku terus memelukmu dalam kehinaanku
Walau tak pantas
Karena kaulah penawar dosa hamba yang selalu mengeluh padamu
Izinkan aku menjemput mimpi-mimpiku tanpa laknatmu
Biarkan aku bersama sunatmu yang terus berjalan seiring detak jantungku
Hingga aku bisa menikmati mentari yang terbunuh oleh mega pesuruh bulan
Hingga aku siap memelukmu dalam keabadian diriku
bersamamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar