Hina dan lemahku di HadapanMu
Rapuhh,,
Berjalan
perlahan
Dengan duri
yang semakin melukai kaki ku
Tanpa mengerti,
betapa pipiku telah tergores air mata
Tuhan
Titahlah
langkahku untuk terus bisa berjalan
Berikan isyarat
tentang nyawa yang masih terus kau anugrahkan
Aku belum siap menghadap
ahadiyah keindahan Mu
Tuhan
Biarkan nadiku
terus berdetak tanpa isyarat kesedihan tentang bayang-bayah akan hilangnya
harapanku
Aku masih ingin
bersamamu dalam dunia fana
Aku masih ingin
melukis keindahan dari kalbuku yang terus ingin ku maki
Hanya kuasa dan
rahmanmu
Yang mampu
membawaku pada dzatMU yang tak pantas ku bertatap muka hari ini
Terlalu
tertumpuk dosa
Terlalu kotor
untuk kau ambil nyawa
Tuhan
Izinkan aku
terus memelukmu dalam kehinaanku
Walau tak
pantas
Karena kaulah
penawar dosa hamba yang selalu mengeluh padamu
Izinkan aku
menjemput mimpi-mimpiku tanpa laknatmu
Biarkan aku
bersama sunatmu yang terus berjalan seiring detak jantungku
Hingga aku bisa
menikmati mentari yang terbunuh oleh mega pesuruh bulan
Hingga aku siap
memelukmu dalam keabadian diriku
bersamamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar